Untuk Anda yang selama ini jarang atau sama sekali tidak pernah berolahraga, pastinya merasa gamang akan memulainya dari mana. Padahal olahraga, apapun jenisnya akan sangat berkaitan dengan kondisi fisik Anda secara keseluruhan. Untuk itu, bahasan kali ini kita akan membahas tips pola hidup sehat yang dimulai dari olahraga.

Ketika hendak memulai pola hidup sehat, Anda tidak dibenarkan melakukankan dengan serampangan. Apalagi jika Anda baru bersentuhan dengan olahraga, maka melakukan olahraga ringan terlebih dulu sangat kami anjurkan agar fisik Anda tidak kaget dan drop ketika berkenalan dengan aktivitas olahraga.

Panduan Memulai Olahraga yang Benar

Ingin memulai hidup sehat, ingin berolahraga? Tapi Anda bingung memulainya dari mana? Di bawah ini kami berikan ringkasan dari beberapa poin yang bisa menjadi panduan Anda untuk memulai olahraga dengan benar.

1. Ciptakan Motivasi

Pertama, Anda harus mempunyai kominten terlebih dulu untuk menetapkan tujuan olahraga yang akan Anda jalani. Karena, penelitian mengatakan jika motivasi olahraga yang dibangun dengan rencana aktivitas nyata, maka akan memudahkan Anda dalam proses pelaksanaannya dan tentu gambaran keberhasilannya lebih realistis. Untuk itu, Anda juga bisa membuat target dan indikasi keberhasilan yang Anda espektasikan.

Misalnya, dengan menuliskan aktivitas yang Anda rencanakan selama beberapa pekan yang akan datang. Sejak dari kegiatan fisik apa saja yang hendak dikerjakan, rentan waktu yang disediakan berikut waktu memulai dan selesainya.

Perencanaan aktivitas ini akan menjelaskan apa yang idealnya harus Anda kerjakan dan setelahnya Anda bisa melakukan pengindraan yang menghasilkan analisis dan kesimpulan sejauh mana progres yang Anda dapatkan.

Untuk Anda yang selama ini jarang atau sama sekali tidak pernah berolahraga, pastinya merasa gamang akan memulainya dari mana. Padahal olahraga, apapun jenisnya akan sangat berkaitan dengan kondisi fisik Anda secara keseluruhan. Untuk itu, bahasan kali ini kita akan membahas tips pola hidup sehat yang dimulai dari olahraga.
Ciptakan motivasi untuk memulai hidup sehat, sumber: idntimes.com

Ketika Anda kesulitan untuk menentukan akan memulai dari mana, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter atau pihak yang memiliki kapabilitas untuk berbicara tentang kesehatan berkaitan dengan rencana olahraga Anda. Selanjutnya Anda bisa memulainya dengan mendesain banyak aktivitas pada rutinitas harian Anda.

Contoh aktivitas yang dimaksud misalnya, ketika berangkat ke kantor, cobalah Anda untuk memilih menggunakan akses manual, seperti naik tangga dari pada menggunakan lift atau escalator. Apabila Anda menggunakan kendaraan umu, berhentilah di halte atau terminal yang jaraknya sedikit berjauhan dari lokasi kerja. Kemudian Anda melanjutnya perjalanan dengan berjalan kaki sambil mentafakuri lingkungan sekitar.

Baca juga: Tips mengurangi keringat berlebih saat olahraga

Selain itu, Anda juga bisa meluangkan waktu untuk berjalan atau sekedar naik turun tangga sebelum dan sesudah makan siang. Ketika musim liburan, Anda bisa mengisinya dengan aktivitas fisik yang ringan, seperti berjalan di taman, berenang atau sekedar jogging sambil menikmati udara pagi.

Dengan melakukan perubahan kecil dalam aktivitas rutinitas sehari-hari, hal tersebut bisa membantu Anda dalam mengawali pola hidup sehat sederhana. Apabila aktivitas tersebut sudah Anda jalankan dengan simultan, selanjutnya Anda bisa memilih mendatangi tempat olahraga seperti gym.

Dalam beberapa lama tubuh Anda akan bisa mengaklimatisasi atau menyesuaikan diri dengan aktivitas yang Anda lakukan tersebut. Selanjutnya Anda bisa mulai merencanakan aktivitas yang lebih berat, misalnya angkat beban atau freeletics.

Jenis dan Waktu Ideal Berolahraga

Sesuai dengan yang direkomendasikan organisasi kesehatan dunia, WHO, Anda disarankan untuk melakukan kegiatan yang berkenaan dengan fisik yang ringan selama 150 menit setiap pekannya. Namun untuk melakukan olahraga yang agak berat, Anda bisa mengalokasikan 75 menit per pekannya.

Selama proses olahraga, Anda tidak harus memaksakan diri untuk melakukannya secara terus menerus. Anda bisa saja membaginya menjadi beberapa sesi dalam sehari. Sebagaimana yang disarankan oleh American Heart Association berikut ini.

Sesuai dengan yang direkomendasikan organisasi kesehatan dunia, WHO, Anda disarankan untuk melakukan kegiatan yang berkenaan dengan fisik yang ringan selama 150 menit setiap pekannya. Namun untuk melakukan olahraga yang agak berat, Anda bisa mengalokasikan 75 menit per pekannya.
Agar optimal, ketahui waktu idealnya olahraga, sumber: pixabay.com

Lakukan olahraga dengan intensitas sedang selama 150 menit per pekannya atau lakukan selam 30 menit setiap harinya. Di sini Anda tidak didikte untuk mengerjakan aktivitas tertentu saja, akan tetapi, Anda bisa memilih aktivitas apa saja yang bisa dan sempat Anda kerjakan, misalnya bersepeda atau jalan keliling lingkungan rumah.

Untuk aktivitas olahraga yang berat, cukup lakukan selama kurun waktu 25 menit seriap pekannya. Aktivitas olahraga berat yang bisa Anda kerjakan, jika memungkinkan adalah angkat beban, muaythai atau sepak bola dan futsal.

1. Fokus pada Satu Olahraga

Usahakan agar bisa fokus terlebih dulu pada satu jenis gerakan yang Anda inginkan dan jangan berkecil hati apabila progress Anda kecil atau secara umum target Anda belum tercapai. Seiring dengan kesiapan fisik meningkat, pada gilirannya Anda bisa melakukan banyak variasi lainnya.

Selanjutnya Anda bisa melakukan berbagai jenis gerakan yang berbeda untuk meraih manfaat yang lebih banyak dan sekaligus bisa meminimalisir rasa bosan akibat aktivitas yang terkesan monoton. Untuk itu, Anda bisa menambahkan latihan kelenturan atau kekuatan.

2. Olahraga Bersama Pihak lain

Mengajak teman atau keluarga untuk melakukan olahraga bersama adalah upaya yang bisa Anda lakukan untuk mengantisipasi terjadinya penurunan semangat atau bosan. Untuk mempertahankan semangat yang ada cara ini bisa dicoab. Selain itu, mengajak pihak lain juga akan memicu rasa kompetitif di saat berolahraga, untuk mencapai hasil yang paling maksimal.

Mengajak teman atau keluarga untuk melakukan olahraga bersama adalah upaya yang bisa Anda lakukan untuk mengantisipasi terjadinya penurunan semangat atau bosan. Untuk mempertahankan semangat yang ada cara ini bisa dicoab. Selain itu, mengajak pihak lain juga akan memicu rasa kompetitif di saat berolahraga, untuk mencapai hasil yang paling maksimal.
Tiga pasang barbel untuk olahraga bersama teman, sumber: pixabay.com

Hal Penting Pra dan Pasca Olahraga

Apabila Anda merasa kesulitan untuk mengatur diri sendiri, tidak ada salahnya jika menggunakan jasa pelatih untuk menciptakan kondusitas pada Anda untuk bisa menjalani olahraga yang direncanakan dengan rutin. Berikut ini hal penting yang perlu diperhatikan sebelum dan sesudah olahraga.

1. Pemanasan dan Pendinginan

Sesaat sebelum memulai olahraga, kami sarankan kepada Anda untuk melakukan pemanasan terlebih dulu. Tujuan dari pemanasan ini adalah untuk mempersiapkan otot dan anggota gerak Anda bisa diajak melakukan aktivitas yang menguras tenaga.

Baca juga: Tips merawat kaos jersey

Bukan hanya itu, sesaat setelah olahraga, Anda juga perlu memastikan untuk melakukan pendinginan atau peregangan otot. Hal tersebut bertujuan untuk mempercepat pemulihan kondisi tubuh Anda dan baiknya pendinginan dilakukan segera pada saat otot masih panas atau setelah selesai olahraga.

2. Jangan Terlalu Lama Mengenakan Jersey

Hal penting selanjutnya yang tidak boleh Anda lewatkan adalah jangan berlama-lama mengenakan jersey atau baju olahraga, sebaliknya disarankan untuk segera menggantinya dengan baju bersih.

Hal penting selanjutnya yang tidak boleh Anda lewatkan adalah jangan berlama-lama mengenakan jersey atau baju olahraga, sebaliknya disarankan untuk segera menggantinya dengan baju bersih.
Jersey untuk seragam olahraga, sumber: pixabay.com

Alasannya, pakaian yang basah oleh keringat akan menjadi lembap. Kelembapan tersebut akan menjadi sarang yang potensial bagi tumbuh dan berkembangnya jamur, kuman dan bakteri. Sehingga, Anda sangat rentan dan berpotensi akan terkena infeksi kulit dan jerawatan.

3. Konsumsi Air yang Cukup

Untuk menggantikan cairan yang keluar selama Anda berolahraga, Anda bisa mengonsumsi air dalam jumlah yang cukup. Karena jantung Anda bekerja lebih cepat di saat berolahraga, maka Anda juga membutuhkan asupan oksigen yang cukup. Asupan tersebut bisa Anda dapatkan dari air minum yang dikonsumsi.

4. Konsumsi Makanan Sehat

Mengonsumsi makanan sehat setelah berolahraga adalah hal penting terakhir pada tulisan ini yang bisa Anda masukkan ke dalam daftar Anda. Makanlah sesuatu setelah berolahraga untuk memperbaiki dan membangun kembali otot yang bekerja keras. Jadi, jangan tunggu lapar untuk sekedar mengonsumsi beberapa buah segar.

Untuk itu, kami sarankan juga memilih makanan yang kaya akan protein seperti ayam, telur, ikan, daging, susu dan juga keju. Semua rencana yang telah Anda persiapkan akan sia-sia saja apabila tidak dibarengi dengan kominten yang tinggi untuk merealisasikannya.

Ingatlah bahwa tips pola hidup sehat seperti berolahraga basisnya adalah habbit atau kebiasaan, bukan sesuatu yang datang secara instan. Hal yang sangat kami tekankan untuk mencapai hasil yang ditargetkan adalah tetaplah komitmen dengan aktivitas tersebut dan tetap jaga pola makan sehat Anda.